MAKALAH
GLOBALISASI DAN PERBENTURAN SISTEM PERADABAN
PADA MATA KULIAH
PARADIGMA DAN MANAGEMEN PENDIDIKAN
NAMA : RONI SOHIBUL ANWAR, S,Pd
NIS : 4103810314159
KELAS / SEMESTER : A / I (SATU)
GELOMBANG : XXXVIII (38)
PROGRAM PASCASARJANA MANAGEMEN PEMDIDIKAN
UNIVERSITAS ISLAM NUSANTARA
BANDUNG
TAHUN 2014/2015
Bab. I Pendahuluan
A. Latar Belakang
Manusia sebagai makhluk individu dan social, yang di ciptakan oleh Tuhan yang Maha Esa untuk menjadi khilafah di muka bumi ini. Namun manusia tidak dapat menolak dan menghindar dari kemajuan jaman, karena manusia di anugrahi dengan akal pikiran guna meningkatkan kualitas hidupnya di muka bumi ini.
Seiring dengan kemajuan jaman sekarang ini manusia di giring kearah era globalisasi dan modernisasi dengan berkembangnya sendi-sendi kehidupan seperti : Pendidikan, Ekonomi, Sosial, Agama, bahkan kebudayaan, dan Peradaban. Dengan era globalisasi ini manusia dapat berinteraksi dengan manusia lain (global) di belahan bumi lain dengan mudah dengan memangfaatkan teknologi yang ada. Memang tidak dapat di pungkiri bahwa dengan globalisasi ini ada nilai positif dan nilai negatif yang dapat kita ambil dalam mengisi kehidupan ini. Namun yang menjadi permasalahannya adalah dengan globalisasi ini pasti akan menimbulkan perbenturan-perbenturan dalam hal ini dengan sistem peradaban, maka dari itu akan di susun makalah tentang “Globalisasi dan Perbenturan Sistem Peradaban”.
B. Tujuan
Tujuan pembuatan makalah ini adalah sebagai salah satu tugas individu yang harus di kerjakan oleh setiap mahasiswa, dimana pembuatan makalah ini merupakan tugas dari mata kuliah “ Paradigma dan Manageman Pendidikan” pada PPS Manageman Pendidikan UNINUS.
Bab. II Pembahasan
Globalisasi dan Perbenturan Sistem Peradaban
A. Globalisasi
Sebenarnya bukan suatu istilah yang asing bagi kita. Tentu di masyarakat akhir-akhir ini kita sering mendengar tentang istilah globalisasi. Namun tetap saja ketika beberapa orang di beri bertanyaan tentang pengertian globalisasi, masih saja sebagian orang yang tidak mengetahui apa itu globalisasi. Kata “Globalisasi” diambil dari kata globe yang artinya bola bumi tiruan atau dunia turuan, kemudian kata globe menjadi global, yang berarti universal atau keseluruhan yang saling berkaitan.
Untuk lebih mendukung pengetahuan kita tentang globalisasi, adakalanya kita belajar dari para ahli yang sudah meneliti lebih jauh tentang globalisasi dan tentunya mereka yang ahli di bidang ini adalah meraka yang sudah berkecimpung cukup lama menjadi pengamat globalisasi sehingga mereka bisa memberikan suatu statement yang sesuai dengan kaidah keilmuan yang ada. Berikut merupakan penegrtian globalisasi dari berbagai ahli :
1. Malcom Waters. Globalisasi merupakan tidak adanya lagi pembatasan kebudayaan di suatu wilayah, sehingga sosial budaya apapun bisa saja keluar masuk di suatu wilayah.
2. Lucian W. Pye. Globalisasi sebagai sebuah gejala tersebarnya nilai-nilai dan budaya tertentu keseluruh dunia (sehingga menjadi budaya dunia atau worldculture).
3. Steger. kondisi sosial yang ditandai dengan adanya interkoneksi ekonomi, politik, budaya, dan lingkungan global dan arus yang membuat banyak dari perbatasan saat ini sudah ada dan batas-batas tidak relevan.
4. Emanuel Ritcher. Globalisasi adalah jaringan kerja global secara bersamaan menyatukan masyarakat yang sebelumnya terpencar-pencar dan terisolasi kedalam saling ketergantungan dan persatuan dunia.
5. Anthony Giddens. Globalisasi adalah suatu jembatan penghubung antar daerah yang jaraknya sangat jauh hingga bermil-mil jauhnya, sehingga tidak ada istilah lagi interlokal, karena semua yang terhubung menjadi lokal.
Dari pengertian globalisasi diatas, walaupun memang terlihat adanya perbedaan dari masing-masing pendapat yang sudah dikemukakan oleh masing-masing ahli, namun kita dapat menarik suatu benang merah yang dapat kita ambil sebagai suatu kesimpulan dari berbagai pendapat di atas Globalisasi adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antar bangsa dan antar manusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksiyang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit. Intinya globalisasi didefinisikan sebagai semua proses yang merujuk kepada penyatuan seluruh warga dunia menjadi sebuah kelompok masyarakat global.
Dengan globalisasi menimbulkan dampak perubahan-perubahan dari berbagai aspek, semua perubahan ini tidak dapat di hindari karena akan terus terjadi mengikuti perubahan lingkungan alam sekitar. Namun perubahan ini ada yang bersifat teratur, kompleks, dan chaos(kesemrautan).
Globalisasi di satu sisi telah membawa dampak adanya berbagai perubahan pada semua bidang kehidupan, Di mana manusia sebagai makhluk yang Hanif harus mampu mengendalikan dan memanfaatkan perubahan-perubahan yang diakibatkan oleh adanya globalisasi. Dalam pertumbuhan dan perkembangannya, manusia menghadapi/ dihadapkan pada macam-macam keperluan/kebutuhan, juga potensi, dan peraturan-peraturan. Manusia belajar membuat pilihan dari antara alternatif-alternatif, yang baik dan buruk, sekaligus yang benar dan salah, sekaligus yang indah dan jelek, sekaligus yang bermanfaat dan madharat/merusak/ membahayakan! Manusia diberi potensi, kekuatan dan kelemahan: an-Nafsul Ammarah, an-nafsul Lawwaamah, an-nafsul Mutmainah. Dari sudut tinjauan lain, hidup dan kehidupan manusia dilengkapi berbagai potensi kecerdasan umum, seperti: Bahasa, Ruang, Gerak, Hitung-matematika-logik, nilai personal etika, estetika, utilitas, nilai antar-personal etika, estetika, utilitas, dan nilai spiritual. Kehidupan manusia terus menerus mengalami perubahan ini menuntut manusia harus dapat menyesuaikan dan mengantisipasi setiap perubahan yang terjadi, perubahan-perubahan tersebut bukan hanya menuntut perbaikan kualitas.
B. Sistem Peradaban
Peradaban merupakan suatu istilah yang tidak dapat di lepaskan dari kehidupan manusia, dimana peradaban merupakan suatu taraf tertentu dari kebudayaan, yakni taraf yang tertinggi yang mengandaikan tingkat-tingkat perkembangan secara umum dari umat manusia sebelumnya. Peradaban dapat mencerminkan tingkatan/ taraf kehidupan dari manusia atau masyarakat di masanya, peradaban merupakan integrasi dari kebudayaan yang mana keduanya saling berkaitan satu sama lain. Banyak para ahli yang mendefinisikan tentang peradaban diantara nya :
1. Spengler : Pendapat ini senada dengan pendapat Theodorson yang menjelaskan keterkaitan antara peradaban dan kebudayaan. Peradaban adalah kebudayaan yang telah mencapai taraf tinggi atau kompleks. Spengler menyatakan bahwa peradaban adalah tingkat kebudayaan ketika telah mencapai taraf tinggi dan kompleks. Lebih lanjut lagi Spengler menyatakan bahwa peradaban adalah tingkat kebudayaan ketika tidak lagi memiliki aspek produktif, beku dan mengkristal. Sedangkan kebudayaan mengacu pada sesuatu yang hidup dan kreatif. Kebudayaan adalah sebagai sesuatu yang “sedang menjadi” (it becomes), sedangkan peradaban adalah sebagai sesuatu yang “sudah selesai” (it has been). Contoh dari peradaban adalah bangunan-bangunan monumental seperti Borobudur, Piramida, Tembok Besar Cina, serta berbagai hal monumental lain. Sementara itu contoh dari kebudayaan antara lain makanan dan minuman, pakaian, dan berbagai hal yang masih memiliki kecenderungan untuk terus berkembang.
2. Daed Joesoef berpendapat kebudayaan adalah hal-hal atau segala sesuatu yang mempunyai ciri atau sifat budaya. Dalam pengertian lain peradaban merupakan jenjang keberadaan tertinggi yang dapat dicapai oleh suatu kebudayaan; ia adalah artifisial, tidak metafisis, tidak berjiwa, dikuasai oleh intelek. Sebuah peradaban mengalami siklus dalam ruang dan waktu.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa Intinya peradaban adalah sebagai sesuatu yang “sudah selesai” (it has been). biasanya dipakai untuk bagian-bagian dan unsur-unsur dari kebudayaan yang halus dan indah, seperti : kesenian, ilmu pengetahuan, serta sopan-santun dan sistem pergaulan komplek dalam suatu masyarakat dengan struktur yang komplek. Sering juga istilah peradaban dipakai untuk menyebut suatu kebudayaan yang mempunyai sistem teknologi, seni bangunan, seni rupa, sistem kenegaraan dan ilmu pengetahuan yang maju dan komplek.
Peradaban dikaitkan dengan globalisasi tentu akan ada dampak yang ditimbulkan apakah itu berdampak positif ataupun berdampak negatif, namun yang menjadi persoalan disini adalah karena globalisasi pasti akan menimbulkan perubahan-perubahan yang dapat mempengaruhi terhadap sistem peradaban yang ada. Perubahan-perubahan ini tentu akan menyebabkan benturan nilai-nilai norma kehidupan pada sistem peradaban baik secara lokal ataupun global yang dianut oleh manusia yang mana mau tidak mau manusia harus menerimanya. Namun karena manusia diciptakan sebagai makhluk yang hanif dan berakal, maka sudah seharusnya bisa menyikapi dan berpikir secara bijak mana yang baik dan tidak yang akan diambil.
Bab. III Kesimpulan
Berdasarkan uraian di atas mengenai Globalisasi dan Perbenturan Sistem Peradaban dapat ditarik kesimpulan Bahwa;
1. Definisi Globalisasi banyak di jelaskan oleh para ahli seperti : Malcom Waters, Lucian W. Pye, Anthony Giddens, dll. Namun semua ahli tersebut pada perinsipnya sama dalam mendefinisikan Globalisasi yakni Globalisasi adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antar bangsa dan antar manusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksiyang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit.
2. Definisi Peradaban adalah peradaban merupakan suatu taraf tertentu dari kebudayaan, yakni taraf yang tertinggi yang mengandaikan tingkat-tingkat perkembangan secara umum dari umat manusia sebelumnya. Peradaban adalah sebagai sesuatu yang “sudah selesai” (it has been). biasanya dipakai untuk bagian-bagian dan unsur-unsur dari kebudayaan yang halus dan indah, seperti : kesenian, ilmu pengetahuan, serta sopan-santun dan sistem pergaulan komplek dalam suatu masyarakat dengan struktur yang komplek.
3. Peradaban di era globalisasi pasti akan menimbulkan perbenturan nilai-nilai norma kehidupan, karena dengan globalisasi tidak ada batasan ruang dan waktu. Namun sebagai makhluk yang berakal harus bisa menyikapi dan berpikir bijak mana yang akan di ambil.
Daftar Pustaka
Idrus, Dr. Ali. 2009. Manajemen Pendidikan Global (Visi, Aksi, dan Adaptasi). Jakarta: Gaung Persada Press.
http://wirasaputra.wordpress.com/2011/10/13/nilai-budaya-sistem-nilai-dan-orientasi-nilai-budaya/
http://sejarahkritis.wordpress.com/2012/04/19/apa-perbedaan-kebudayaan-dan-peradaban/
http://rafkind.blogspot.com/2013/05/pengaruh-globalisasi-dalam-pendidikan.html
SELAMAT MEMBUAT MAKALAH